Web Analytics Made Easy - Statcounter
Yuk Kita BESTIE : Bersama Stop Internet Negatif lewat Edukasi - jaWAra Internet Sehat

Azzahra Qubais Suprapto, JaWAra Internet Sehat Banten berbagi perspektif tentang penggunaan internet yang baik. Kegiatan ini ditujukan untuk murid SMP, SMK dan SMA yang berada di sekitar Tangerang Selatan.

Tidak dapat dipungkiri, akses terhadap internet sudah semakin mudah didapat oleh anak. Bukan hanya melalui komputer, tetapi juga dari perangkat elektronik lainnya seperti smartphone, tablet dan televisi. 

Meskipun memberikan manfaat dalam proses belajar, namun dampak negatif penggunaan internet yang tak bijak pun dapat dialami. Beberapa ancaman yang mengintai dan sulit dihindari di internet antara lain kecanduan gadget, terpapar konten negatif, bullying dan child predator. 

Konten negatif menjadi salah satu isu yang sering ditemukan saat menggunakan internet. Terkadang anak tak sengaja mengakses konten tersebut di internet saat sedang mencari informasi di mesin pencarian. Jika terlalu sering terpapar tanpa bekal literasi digital yang cukup, anak akan menganggap hal itu menjadi sebuah hal yang lumrah. Lebih parahnya malah mengikuti dan menjadi pelaku kejahatan di media digital. 

Sebagai bentuk dukungan agar siswa-siswi di Tangerang Selatan lebih cakap digital, JaWAra Internet Sehat Banten berkolaborasi dengan KOMPAK Jakarta kali ini menyambangi SMP Islam Mumtaza Islamic Junior High School Tangerang Selatan untuk melakukan edukasi literasi digital pada tanggal 28 September 2022. 

Materi yang disampaikan pada kegiatan tersebut adalah mengenai cara memanfaatkan internet dengan baik, bagaimana melindungi data diri dan privasi, serta tips menjadi pelajar yang kritis agar terhindar dari berita hoaks. Selain itu pemateri juga membahas dampak dari internet negatif seperti cyberbullying dan eksploitasi seksual anak online yang sangat sering ditemukan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini melibatkan lebih dari 100 peserta berasal dari kelas 7-8. Mereka sangat aktif dan semangat, terlihat dari antusiasme dan pemahaman mereka yang cepat akan penyampaian materi. Tak melulu materi, ada juga games interaktif dan pemutaran film mengenai literasi digital yang membuat kegiatan makin semarak. (ria)