Web Analytics Made Easy - Statcounter
Sekolah dan Kampus di DIY Makin Cerdig (Cerdas Digital) - jaWAra Internet Sehat

Lovandri Dwandan Putra, JaWAra Internet Sehat Daerah Istimewa Yogyakarta, mengajak sekolah dan kampus di DI Yogyakarta makin cerdig atau cerdas digital.

Generasi muda yang cakap digital menjadi perpanjangan tangan edukasi literasi digital bagi orang-orang di sekelilingnya. Materi terkait literasi digital memang belum sepenuhnya diajarkan di sekolah maupun kampus di berbagai daerah. Padahal, sebagian besar dari generasi muda ini adalah pengguna perangkat digital, pun orang-orang yang senantiasa terpapar konten digital. Oleh karena itu, sudah seharusnya mereka dibekali pengetahuan akan literasi digital, sehingga menjadi insan yang cakap digital.

Lovandri Dwandan Putra, sebagai JaWAra Internet Sehat DI Yogyakarta, berkolaborasi dengan Indoceiss, UAD, High Teach Teacher Indonesia, Dinas Pendidikan Kota dan Provinsi DIY, menyelenggarakan seminar serta workshop sekolah dan kampus DIY Makin Cerdig (Cerdas Digital). Untuk diketahui bahwa kegiatan ini juga melibatkan sejumlah kampus lainnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni: UTY, UTDI, IST AKPRIND, UNJAYA, USD, Univ Janabadra, UAD, STMIK El Rahma, dan UPN Veteran, yang masing-masing universitas perwakilan mereka, baik dari dosen dan mahasiswa. Tidak lain untuk turut serta menjadi peserta pada gelaran seminar dan workshop tersebut.

Kegiatan literasi digital yang diselenggarakan secara hybrid ini, berlangsung di Amphitarium utama UAD dan secara daring melalui live Youtube di channel youtube UAD dan High tech teacher Indonesia, pada 16 November 2022 lalu. Dengan jumlah peserta, total daring dan luring mencapai 2000 orang.

Hadir secara langsung, Dr Gatot Sugiharto, SH, MH, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD sebagai keynote speaker sekaligus membuka kegiatan ini. Beliau juga mengingatkan agar pengguna internet memperhatikan keamanan akun digital agar tidak diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Tak lupa, ia berbagi pengalamannya terkait keamanan digital. Saat email media sosial Facebooknya pernah dibobol oleh mahasiswa UAD sendiri. Dimana mahasiswa ini bisa masuk ke semua akun. Tetapi pembobol itu bisa dideteksi Biro Sistem Informasi (BSI) UAD, sejak saat itu mahasiswa tersebut diajak dan dilibatkan untuk menjaga keaamanan sistem informasi yang ada di UAD, baik website, data center, dan sosmed.

Seminar dan Workshop ini tentunya menampilkan pula Lovandri Dwanda Putra, MPd, JaWAra Internet Sehat DIY, sebagai pembicara, yang membawakan materi tentang Etika Menjadi Digital Citizen. Kemudian ada Choirul Fajri, SIKom, MA, Kepala Biro Kemahasiswaan & Alumni UAD mengangkat tema Keterampilan Digital bagi Generasi muda Unggul Indonesia, serta Prita Haryani, SPd, MEng, Dosen Informatika IST Akprind Yogyakarta dengan tema Digital Citizen Berlandaskan Kebudayaan.

Pada sesi workshop, berlangsung pemaparan materi dan praktik bersama Dedy Hariyadi, ST, MKom, Dosen Teknologi Informasi UNJAYA tentang Perlindungan Data Pribadi dan Privasi Digital. Berlanjut pada sesi terakhir, yaitu diskusi dan praktik Keterampilan Digital bersama Lovandri Dwanda Putra tentang Penggunaan Canva untuk pendidikan. Dimana peserta diminta untuk praktik menggunakan platform canva untuk keperluan pendidikan, mulai dari membuat bahan ajar, poster, dan persentasi.

Para peserta sangat antusias mengikuti setiap sesi. Testimoni dari seorang guru bernama Gusmiar Edy Chandra, S.Pd, menyatakan bahwa seminar dan workhop ini sangat bermanfaat, dirinya jadi bisa mengerti cara mengelola penggunaan aplikasi dan mengetahui data aplikasi serta kredibilitas suatu berita.

Hal menarik justru didapatkan dari data peserta yang terlibat di event ini, yaitu sebanyak 238 orang belum mengetahui dan memahami 4 pilar literasi digital yang menjadi Road Map Literasi Digital Indonesia saat ini. Kemudian 238 peserta mengaku cukup tahu namun belum terlalu memahami, dan 4 orang mengatakan sangat tahu dan memahami road map literasi digital indonesia saat ini.

Dari data ini kita bisa melihat, pemerintah dan stakeholder terkait perlu lebih menggiatkan lagi sosialisasi terkait 4 pilar literasi digital. sehingga bisa lebih dikenal oleh masyarakat. (and)