Wahyu Oktafialni adalah JaWAra Internet Sehat Riau. Ia mengajak berbagai elemen penggiat literasi untuk berdiskusi mengenai rendahnya indeks literasi digital di Riau sekaligus merancang program edukasi literasi digital yang lebih luas kepada masyarakat.

Perkembangan dunia digital saat ini telah meliputi segala sisi kehidupan. Bisa dikatakan, hampir semua sisi sudah dipengaruhi oleh digitalisasi. Menurut laporan We Are Social, terdapat 204,7 juta pengguna internet di Indonesia per Januari 2022. Peningkatkan penetrasi internet ini sayangnya belum diikuti dengan kemampuan literasi digital. Banyak masyarakat yang hanya mampu menerima informasi tanpa dapat memahami dan mengolah informasi secara baik.

Keresahan akan rendahnya indeks literasi digital ini juga dirasakan berbagai elemen penggiat literasi Riau. Berdasarkan Hasil Survey Indeks Literasi Digital Nasional Tahun 2021 yang dirilis oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Provinsi Riau menduduki peringkat ke 2 terbawah dari 34 provinsi. Indeks literasi Digital Provinsi Riau berada di 3,35 dibawah rata-rata, sedangkan indeks nasional berada di angka 3,49. 

Untuk itu diperlukan kerja sama berbagai pihak untuk menciptakan program edukasi literasi digital kepada masyarakat. Hal ini pun menjadi topik diskusi JaWAra Internet Sehat pada kegiatan “FGD Literasi Digital, Forum Diskusi Terpumpun Literasi Digital Riau” di Ruangan bedah buku lantai III Perpustakaan Soeman HS Provinsi Riau, Senin (17/10/2022).

Forum Diskusi Terpumpun Literasi Digital Riau merupakan agenda FGD (Forum Group Discussion) literasi digital yang mengundang ekosistem penggiat literasi untuk membahas masalah rendahnya indeks literasi digital di Riau sekaligus mencanangkan program bersama dalam mengedukasi literasi digital masyarakat Riau. Program ini bertujuan untuk menciptakan pola kerjasama dalam membuat program literasi digital yang lebih luas dengan anggota dan tim yang lebih masiv. 

Forum Diskusi Terpumpun Literasi Digital Riau ini mengundang Kepala Dinas Kominfo Provinsi Riau, Kepala Dinas Perpustakaan dan kearsipan Provinsi Riau, direktur Politeknik Caltex Riau, Rektor Universitas Lancang Kuning, Ketua Relawan TIK Indonesia, Wakil Ketua KPID Provinsi Riau, Ketua Forum taman Baca Masyarakat, jaWara Internet sehat dan master of trainer perpustakaan berbasis inklusi sosial, yang mana mereka menyampaikan gagasan menurut basic keilmuan yang mereka miliki. (ria)