Remaja Masjid Kini Merasakan Literasi Digital

Remaja Masjid Kini Merasakan Literasi Digital

Remaja merupakan fase di atas dari anak-anak. di mana jika sudah beranjak remaja, kehidupan baru dimulai pada fase ini juga terdapat banyak sekali perubahan yang dialami oleh seluruh remaja. orang tua seharusnya berhati-hati ketika seorang anak yang beranjak remaja, karena banyak sekali ilmu yang akan mereka tangkap nantinya. tentunya tidak terlepas dengan sisi positif dan negatif dalam kehidupan ini.

Remaja yang aktif dalam kegiatan di lingkungan Masjid disebut dengan remaja masjid. Remaja masjid ini tentunya juga aktif dalam menggunakan smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum tim jawara internet sehat Aceh bergerak dalam kegiatan remaja ini, Reza menemui ketua remaja masjid yang kebetulan teman bermainnya sewaktu kecil. Reza menanyakan bagaimana latar belakang kondisi remaja masjid saat ini.

Ketua Remaja Masjid menjelaskan bagaimana kehidupan mereka saat Covid-19 datang. Ia menjelaskan bagaimana grup-grup perpesanan dibanjiri dengan badai informasi. Banyak sekali anggota grup membagikan/share informasi yang belum terverifikasi.

Hadirnya tim Jawara Internet Sehat Aceh k lingkungan remaja masjid Gampong Pineung disambut baik oleh pak Geuchik (Kepala Desa) Gampong Pineung. “Kini Aceh dibanjiri dengan bermacam informasi, yang tentunya belum teruji kebenarannya. Kami sangat berterima kasih kepada tim Jawara Internet Sehat Aceh yang hadir di desa kami. kami sangat mendukung kegiatan ini, dan lain kali jika ada kegiatan seperti ini lagi maupun yang lainnya datang saja ke Desa kami. Saya harap adik-adik remaja masjid ini bisa menangkap apa yang diajarkan nantinya, dan fokus pada setiap paparan yang akan disampaikan nantinya”. Sambut Pak Geuchik, yang didukung oleh segenap pemuda-pemuda gampong setempat.

Kegiatan literasi Remaja Masjid Gampong Pineung berlangsung selama 2 jam lebih. Reza menjelaskan bagaimana cara menjaga Data Pribadi untuk kaum remaja di gampong tersebut. Reza juga menjelaskan bagaimana cara memverifikasi berita palsu (hoaks) melalui aplikasi chatbot WhatsApp.

Peserta terlihat semangat ketika seluruh mengikuti langkah-langkah dalam melakukan verifikasi sebuah berita palsu (hoaks). Reza juga bertanya kepada peserta yang hadir “Sewaktu pertama pandemi, berita apa yang kalian dapatkan di sosmed, maupun aplikasi chatting?” seorang peserta menjawab “kami pernah mendapatkan sebuah informasi yang mengatakan jika kita konsumsi vitamin, maka dapat terhindar dari virus corona”.

Reza pun menjelaskan dan mempraktikkan chatbot WhatsApp kepada seluruh peserta yang hadir. “Saat kita mendapatkan sebuah informasi seperti tadi, maka langkah pertama yang harus kita lakukan cek dan ricek terlebih dahulu, apakah informasi tersebut benar atau tidak, kita dapat menggunakan Chatbot WhatsApp dengan mengetik kata kuncinya saja misal ‘vitamin’. nah nanti akan keluar seluruh berita/informasi yang terkait kata kunci tersebut, akan ada berita dan fakta yang akan disampaikan melalui aplikasi tersebut. nah apabila tidak ada, peserta dapat melaporkan berita/informasi tersebut kepada aduankonten.id apabila dianggap berita tersebut palsu. Apabila dianggap informasi itu benar, mari lihat lagi apakah informasi tersebut ada manfaat buat kita atau tidak? jika tidak, maka dihapus saja dan jangan disebarkan.” Papar Reza, semangat.

Di akhir acara, Reza memberikan beberapa pertanyaan kepada peserta terkait keamanan data pribadi dan memverifikasi berita palsu dan siapa yang dapat menjawab pertanyaan, mendapatkan doorprize berupa e-wallet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *