Rekrutmen Agen Pembasmi Hoaks di Bengkulu

Rekrutmen Agen Pembasmi Hoaks di Bengkulu

Ancaman kejahatan media sosial belum kunjung usai. Karena aksinya terus bergulir, kita perlu membekali diri dengan kewaspadaan agar kehidupan di dunia digital tetap terlindungi.

Workshop literasi digital terus digalakkan di Bengkulu oleh duo JaWAra Internet Sehat Khairiah El Marwiah dan Ria M. Fasha. Kali ini, mereka menginisiasi kegiatan “Generasi Bebas Hoaks di Era Digital” di beberapa lokasi.

Kampus UIN Fatmawati Soekarno

Pertama, workshop diadakan bertepatan dengan ulang tahun Prodi KPI di kampus UIN Fatmawati Soekarno, pada 9 Oktober 2021. Terdapat 120 mahasiswa yang mengikuti workshop kali ini. Terkait dengan bahasan tema seputar kejahatan di dunia digital, tidak sedikit mahasiswa yang mencurahkan hatinya karena mendapatkan informasi seputar hoaks, adapun yang akun WhatsApp-nya dihack.

Syukurlah, melalui workshop yang diadakan JaWAra Internet Sehat kali ini peserta mendapat pencerahan bagaimana cara mengamankan akun media sosial maupun WhatsApp. Mereka juga mendapatkan edukasi bagaimana caranya memvalidasi berita hoaks.

Berita baiknya adalah ternyata banyak peserta yang sudah mendapat literasi untuk mendapatkan informasi yang terpercaya, terutama mengenai vaksinasi COVID-19. 

Di samping itu, peserta juga jadi lebih memahami pentingnya berpikir lebih kritis sebelum mempercayai dan menyebar informasi sebelum mengetahui kebenarannya. Setelah mendapatkan bekal literasi digital, mereka yakin peserta mampu menjadi agen pembasmi hoaks yang siap mensosialisasikan mengenai hoaks dan keamanan data pribadi. 

IAIN Curup

Kemudian workshop kedua diadakan di Kabupaten Rejang Lebong dan dihadiri 30 mahasiswa dari IAIN Curup pada 24 Oktober 2021. 

Kondisinya sedikit berbeda di UIN Fatmawati, di sini Ria dan Marwiah menemukan banyak mahasiswa yang belum mendapatkan edukasi literasi digital. Melalui workshop ini keduanya memberikan edukasi bagaimana cara membedakan informasi hoaks dan fakta yang sering kali bertebaran di aplikasi chatting maupun media sosial. 

Peserta juga diajak untuk menanamkan sikap waspada dan mempraktikkan langsung cara mengamankan data pribadi mereka. Ini penting dilakukan untuk menghindari kejahatan online, seperti phishing maupun scamming.

Ria dan Marwiah merasakan materi yang disampaikan mendapat respons positif dari mahasiswa, karena materi yang dipaparkan dekat dengan kondisi yang mereka alami terkait kejahatan di dunia maya.

“Mereka sangat senang dengan adanya kegiatan workshop literasi digital. Terlebih kegiatan ini bekum pernah mereka ikuti. Mereka pun jadi lebih aware dengan hoaks dan pencurian data pribadi. Dan jadi bisa membedakan mana hoaks mana berita benar dan tidak asal share berita,” tutur Ria. (ma/mt)

Foto oleh Tofros.com dari Pexels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *