Julian Rajak Husain, JaWAra Internet Sehat Gorontalo menghadirkan kelas terbatas lintas instansi dan komunitas. Kelas pun berlangsung seru dengan banyaknya pertanyaan dan dilengkapi sesi praktik cek keamanan data. Ia pun berharap peserta makin aware mengenai keamanan data pribadi di platform digital

Gelaran perdana Kelas CEKATAN: “Cek Keamanan Datamu Sekarang” yang dilaksanakan di Rak Rak Store (22/09) berhasil meninggalkan pesan penting bagi peserta terkait perlindungan data pribadi.

Meski dibuat terbatas, CEKATAN menjadi kelas kolaborasi yang mempertemukan peserta dari rentang usia beragam (18-36 tahun) dan mewakili lintas instansi maupun komunitas. Perwakilan instansi maupun komunitas tersebut di antaranya: Project Suka-Suka (sebagai kolaborator penyelenggara kelas), Gusdurian Gorontalo, DKR (Dewan Kerja Ranting), Yayasan Gorontalo Baik Indonesia, HMI dan KEPMMI, Freedive Gorontalo, 1000 Guru Gorontalo, Hartdisk Studio, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNG, dan Penyiar Radio. 

Kelas CEKATAN sendiri merupakan program JaWAra Internet Sehat Gorontalo dalam mensosialisasikan mengenai Keamanan Digital yang menargetkan anak muda, masyarakat, komunitas/organisasi maupun instansi. 

Kelas  dimulai dengan sesi paparan materi tentang Literasi Digital, Kompetensi Keamanan Digital, dan contoh kasus terkait Keamanan Digital. Julianur Husain selaku pemateri mengaku senang karena antusiasme peserta terkait materi yang disampaikan.

“Rasanya senang sekali bisa bikin kelas ini. Walaupun pesertanya dibatasi, kedekatan yang terbangun selama kelas justru sangat intens. Peserta tidak ragu untuk bertanya dan berbagi cerita terkait masalah keamanan digital yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Pun tujuan saya bikin kelas ini ya tidak jauh-jauh dari memberikan refleksi dan membuat peserta overthinking,” jelasnya. 

Adapun maksud dari frasa “refleksi dan overthinking” disampaikan oleh Julianur menjurus pada bagaimana keadaan (kenyamanan dan keamanan) seseorang ketika berada di ruang digital saat ini. Pasalnya semakin banyak pengguna internet, semakin banyak pula kejadian yang tidak bisa dihindari.

Kelas CEKATAN  menjadi lebih seru dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan seperti “Apakah ada kemungkinan orang-orang yang mengirimkan pesan (SMS) phising adalah mereka yang bekerja dibalik instansi tersebut?” atau pertanyaan lain seperti, “Saat ini ‘kan kita sudah ketergantungan bermain media sosial, adakah tips tertentu yang bisa dibagikan agar kita bisa lebih aware dan lebih punya kontrol diri?”.

Untuk melengkapi sesi pemaparan materi, peserta diajak untuk melakukan praktik mengecek keamanan data pribadi seperti cek kebocoran surel, nomor pribadi, kekuatan kata sandi dari media sosial. Selain itu peserta diminta untuk mengidentifikasi aset digital dan mengaktifkan 2FA di masing-masing ponsel pintar

Yustika Isa yang hadir sebagai peserta mengaku kedepannya ingin ikut lagi kelas seperti ini karena bahasan materi yang jelas dan sangat bermanfaat. 

Hal ini juga diakui oleh Zahra Khan, perwakilan dari Hardisk Studio. Ia berharap kelas seperti ini tidak boleh berhenti di sini. “Harus dilanjutkan dan diperluas jangkauannya. Saya ingin mengajak Julianur dari JaWAra Internet Sehat untuk berkolaborasi dan memberikan materi pada Ibu-ibu Rumah Tangga dan Ibu-ibu penjual di sekitar rumah saya yang sudah aktif menggunakan internet,” ujarnya.