Jujaro Mungare dan Literasi Digital di Desa Waai

Jujaro Mungare dan Literasi Digital di Desa Waai

Desa Waai salah satu desa yang menjadi target terlaksananya Roadshow Jujaro Mungare & Literasi Digital. Desa ini memiliki posisi yang dekat dengan titik rawan gempa beberapa tahun terakhir. Roadshow Jujaro Mungare & Literasi Digital pada 30 Oktober 2021 sangat menarik karena dilaksanakan di desa ini. Pada kegiatan ini anak muda sekitar diajak untuk mengerti sumber berita yang terpercaya dan bertanggung jawab terkait dengan isu hoaks tsunami.

Sosial media dan Internet menjadi tempat yang sangat bermanfaat namun penuh dengan ancaman. Antara lain hoaks & pelanggaran privasi, yang tentunya merugikan diri kita sendiri dan juga orang lain. Penting bagi anak muda untuk paham akan isu Hoaks dan Privasi yang mana keduanya berkaitan satu sama lain. 

Kasus yang terjadi di daerah Maluku tentang hoaks kerap kali berputar pada isu-isu bencana alam seperti gempa dan tsunami. Sedangkan untuk isu Privasi sendiri banyak dialami oleh masyarakat yang berujung pada hacking & penipuan dengan kerugian secara sosial dan ekonomi. Workshop ini mengajak anak muda untuk memahami cara verifikasi fakta yang benar dan melindungi diri dari pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Aktivisme di Ambon selalu mengedepankan kolaborasi. Begitupun dengan kegiatan ini, jaWAra InternetSehat berkolaborasi dengan Mafindo Maluku dan komunitas pemuda desa, dalam penyelenggaraan serta sekolah-sekolah untuk pemakaian gedung dan mengerahkan peserta.

Bahwa sangat penting giat literasi digital terus dilakukan karena masih banyak masyarakat dan anak muda yang belum memiliki pemahaman yang baik terhadap ancaman dalam berinternet seperti bahaya hoaks, pelanggaran privasi, serta keamanan digital. 

Dampak positif dari kegiatan ini adalah, lebih banyak anak muda yang peduli akan kehidupannya di dunia digital, meningkatnya pemahaman bahwa di era digital saat ini penting untuk dibekali pemahaman untuk menghindari ancaman hoaks, pelanggaran privasi, dan keamanan digital. 

Dalam kesempatan ini Harry Wellsy Bakarbessy menyampaikan, banyak hal-hal kecil yang terkadang dianggap sepele namun memiliki dampak yang sangat besar bila dibiarkan di kemudian hari. Berkaitan dengan etika dan budaya digital serta pemanfaatan sosial media dan internet yang benar oleh anak muda untuk hal-hal yang bersifat positif dan membangun misalnya, membagikan karya dan cerita tentang budaya daerah, banyaknya pelatihan dan kursus online yang tersedia untuk pengembangan kapasitas, dan mengerti cara kerja sosial media sebagai media bisnis agar tidak dirugikan di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *