Web Analytics Made Easy - Statcounter
JaWAraxYouth Part 2, Pesantren Anwarul Qur’an Palu Paham Keamanan Digital - jaWAra Internet Sehat

Musfira Safari, JaWAra Internet Sehat asal Sulawesi Tengah, kembali menyelenggarakan program JaWAraxYouth, part 2 ini berlokasi di Pesantren Anwarul Qur’an Palu.

Bagaimana serunya ketika topik literasi digital masuk ke lingkup sekolah agama, dalam hal ini pesantren? Itulah yang dilakukan oleh Musfira Safari, selaku JaWAra Internet Sehat Sulawesi Tengah. Lewat program yang diinisiasinya, yakni JaWAraxYouth part 2, diangkatnya topik terkait Berbagi Tips Rahasia Aman dan Sehat di Dunia digital bersama Santri di Pesantren Anwarul Qur’an Palu.

Kolaborasi yang apik bersama Pesantren Anwarul Quran Kota Palu ini berlangsung pada 13 November 2022 lalu, dengan dihadiri oleh total 78 orang peserta. Mereka merupakan para santri, pembina pesantren, dan masyarakat sekitar. Konsep kegiatannya sendiri terdiri dari sosialisasi dan workshop literasi digital, yang harapannya dapat menciptakan santri yang cakap digital.

Sosialisasi dan workshop literasi digital tersebut berfokus pada bagaimana melindungi data pribadi. Materi ini tentunya disesuaikan dengan kebutuhan para santri yang ingin mengetahui lebih dalam terkait keamanan di dunia digital. Selanjutnya, narasumber memberikan materi pengantar serta pengenalan terkait data pribadi, jenis-jenis penipuan online serta bagaimana mewaspadainya, dan langkah-langkah agar tetap aman di dunia digital.

Tim JaWAra Internet Sehat Sulawesi Tengah sebagai penyelenggara turut memfasilitasi sesi tanya jawab agar para santri dapat leluasa berdiskusi dan berbagi pengalaman mereka di dunia digital. Melalui kegiatan ini harapannya materi yang diberikan dapat benar-benar dipahami oleh peserta. Lebih dari itu pula, para peserta dapat teredukasi serta memahami langkah-langkah yang dilakukan jika mengalami kejahatan di dunia digital.

Kak Aslim, salah satu peserta perwakilan santri putra Pesantren Anwarul Quran Kota Palu membagikan ceritanya yang pernah mengalami kehilangan akun media sosial karena diretas. Selanjutnya Kak Nurasiah, seorang santriwati, menanyakan terkait mekanisme proses pengamanan polisi cyber.

Seluruh respon peserta menunjukkan mereka sangat tertarik akan kegiatan ini. Pembina Pesantren pun sangat ramah dalam memberikan testimoni terkait kegiatan JaWAraXYouth ini. Dimana menurut beliau, kegiatan tersebut merupakan kegiatan positif karena informasi terkait keamanan data pribadi yang diberikan sangatlah dibutuhkan di lingkungan pesantren. (and)