Web Analytics Made Easy - Statcounter
jaWAra Roadshow Bersama Flower Aceh - jaWAra Internet Sehat

Bayu Satria, Cut Damara, T. Tiara Mahendra | jaWAra internetsehat Aceh

Kerentanan yang mereka rasakan menjadi berlipat ganda sejak semakin tren media digital

Roadshow Digital Transformation : Menuju Pembangunan Tak Terbatas & Berkelanjutan adalah program lanjutan pelatihan digital kepemudaan guna mendukung peningkatan kapasitas seputar keamanan digital dan kampanye melawan hoaks di komunitas. Program ini melakukan penguatan kapasitas bagi anggota/mitra komunitas di Banda Aceh dan sekitarnya dengan harapan semakin meluasnya anggota komutas di Aceh yang cakap digital.

Kegiatan ini dimulai dengan pertemuan 50 orang ibu rumah tangga dan perempuan muda akar rumput yang tinggal di lingkungan Alue Deah Tengoh, Banda Aceh. Seluruh peserta merupakan kelompok dampingan Flower Aceh yang mendapatkan intervensi seputar kesehatan seksual dan reproduksi, ketahanan ekonomi, dan gerakan perempuan berbasis masyarakat.

Kegiatan diawali dengan diskusi sederhana bersama Riswati selaku direktur Flower Aceh tentang gerakan perempuan melalui kampanye media sosial. Selanjutnya diskusi bersama jaWAra Aceh Bayu Satria tentang keamanan perempuan di media digital.

Masyarakat sekitar memberikan respon positif atas kegiatan ini karena kerentanan yang mereka rasakan menjadi berlipat ganda sejak media digital mulai aktif sebagai alat komunikasi. Trauma lama akan sulitnya menjadi korban dan perempuan kepala rumah tangga membuat para peserta semakin termotivasi untuk maju dan bangkit kembali.

“Isu WPS (Woman Peace and Security) mulai berkembang dengan pendekatan media sosial, kalau perempuan tidak paham melakukan counter narasi maka perempuan akan dijadikan sebagai kader penyebaran narasi ekstrimisme bagi keluarganya. Jelas gerakan Makin Cakap Digital adalah langkah kongrit untuk mendukung perempuan paham digital.”

Geubrina (25) peserta kegiatan

Setelah kegiatan bersama kelompok perempuan akar rumput, kegiatan dilanjutkan dengan komunitas surving Pantai Lhoknga, agenda ini tidak dalam perencanaan, tapi dikembangkan pada H-1 acara karena ada kebutuhan di mana komunitas ini ikut andil dalam kampanye pemenuhan hak anak dan perempuan di kawasan pantai lhokga bersama flower aceh.

Peserta dari kegiatan ini sejumlah 50 orang dari berbagai keterwakilan anak muda dan perempuan muda yang bergabung dalam komunitas surving tersebut. Diakhir acara seluruh peserta bersepakat untuk terus melakukan kampanye lanjutan yang berkelanjutan bersama flower aceh.

“Saya senang bisa diberikan ruang untuk diskusi terkait literasi digital, selain bermanfaat untuk diri sendiri saya bisa menyalurkan informasi kembali kepada muda mudi lainnya.”

Ammar (21) peserta kegiatan