Jawara Bekali Mahasiswa dengan Perisai Digital

Jawara Bekali Mahasiswa dengan Perisai Digital

Kemampuan literasi digital diperlukan di era sekarang ini. Terlebih hampir semua aktivitas dilakukan secara online, mulai dari kegiatan edukasi, jual beli, mendapatkan informasi, hiburan, dan lainnya. Supaya bisa berkegiatan di ranah maya, sebaiknya setiap orang berbekal pengetahuan akan pentingnya menjaga privasi dan perlindungan data pribadi.

Satria Andika Al-Rasyid, JaWAra Internet Sehat perwakilan Jawa Barat, menyadari keamanan data pribadi masih menjadi perhatian penting di dunia maya. Terlebih lagi di masa pandemi COVID-19 kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Ia mengungkapkan salah satu kasus yang dihadapi di era ini adalah adanya kebocoran data pribadi.

“Isu yang sedang marak terjadi yakni berhubungan langsung dengan mahasiswa maupun siswa, yaitu adanya kebocoran data yang disebabkan oleh pemalsuan domain , link atau tautan yang mengatasnamakan Kemendikbud,” ungkap Satria.

Seperti yang diketahui, pemerintah menyalurkan bantuan subsidi berupa paket data kepada siswa dan mahasiswa yang melakukan pembelajaran jarak jauh. Sayangnya, ada saja oknum yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan hal ini sebagai peluang penipuan. Penipu menyebar tautan dengan sumber yang tidak sah dengan embel-embel mendapatkan subsidi kuota dari Kemendikbud.

Dari contoh kasus di atas, Satria menganggap isu ini tidak bisa dibiarkan dan perlu cepat ditanggapi. Ia pun menyelenggarakan program Jaga Diri Jaga Privasi sebagai ruang edukasi untuk menekankan pentingnya menjaga privasi dan data pribadi.

JaWAra Internet Sehat Jawa Barat berkolaborasi dengan STAI Darul Falah dalam momentum penerimaan mahasiswa baru, sebagai bekal literasi mereka lebih waspada berkegiatan di ranah maya.

Dalam program tersebut, partisipan diajak untuk memahami pembuatan password yang aman sebagai cara sederhana mengamankan akun sosial media mereka. Di samping itu, mereka diberi pemahaman untuk berhati-hati ketika dihadapkan pesan yang mengaku dari institusi tertentu dengan memberi tautan yang tidak jelas sumbernya.

Partisipan juga diajak terlibat langsung langsung mempraktikkan langkah-langkah untuk mengecek keamanan privasi dan menerapkan langkah perlindungan data pribadi. 

Satria berharap setelah terselenggaranya program ini, partisipan bisa memberitahu keluarga atau orang terdekat tentang pentingnya menjaga privasi dan perlindungan data mereka. Meneruskan edukasi yang mereka peroleh bisa menjadi langkah sederhana mencegah dampak peniupan, sehingga pemanfaatan internet dapat digunakan semestinya. (ma/mt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *