Pengembangan Kreativitas Generasi Muda Aceh

Pengembangan Kreativitas Generasi Muda Aceh
Foto Mahasiswa dalam kegiatan Workshop Literasi Digital Bersama JaWAra Internet Sehat Aceh

Banda Aceh 10 Oktober 2021 – Workshop Literasi Digital yang mengangkat tema “Isu Hoax Covid-19 dan Menjaga Keamanan Data Pribadi dalam Pengembangan Kreativitas Generasi Muda” diselenggarakan di Kota Banda Aceh.  Kegiatan Workshop Literasi Digital ini berkolaborasi dengan himpunan mahasiswa Management Informatika Universitas Syiah Kuala.

Management Informatic Expo (MIX) adalah sebuah kegiatan dari himpunan mahasiswa management informatika yang bertujuan untuk mendorong anak muda dari berbagai daerah di Indonesia khususnya Aceh untuk dapat berperan serta dalam program Indonesia Makin Cakap Digital. Dengan semangat dan kapabilitasnya, mereka akan menginisiasi dan melaksanakan edukasi literasi digital di daerahnya masing-masing.

Perkembangan globalisasi memberikan dampak yang signifikan terhadap perubahan berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Seiring dengan hadirnya globalisasi di tengah-tengah masyarakat tersebut diikuti pula dengan perkembangan di bidang teknologi yang semakin pesat. Pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi, menjadikan masyarakat Indonesia semakin mudah dalam memperoleh berbagai macam informasi. Tentunya segala informasi akan memberikan dampak yang negatif maupun positif. Terlebih lagi terhadap generasi muda perlunya menanamkan karakter sebagai sarana penyaring dampak dari globalisasi yang tidak bisa dicegah.

Workshop ini bermanfaat agar generasi muda saat ini mengetahui bahwa hoax sangat berbahaya bagi masyarakat, generasi muda adalah dobrakan untuk masyarakat agar masyarakat semakin cakap digital dan memahami literasi digital dalam berkomunikasi. Generasi Muda juga memiliki peran penting untuk membangun serta meningkatkan kualitas bangsa di masa yang akan dating.

Workshop yang didampingi oleh dua orang Jawara dari Aceh dan 1 bintang tamu ini diikuti sebanyak 25 orang mahasiswa Universitas Syiah Kuala jurusan Management Informatika dan dihadiri juga dari berbagai jurusan lainnya. Tentunya kegiatan workshop tersebut mematuhi protocol kesehatan dengan seluruh peserta wajib mencuci tangan sebelum memasuki ruangan, memakai masker, dan duduk menjaga jarak seperti yang sudah disediakan oleh panitia.

Reza Aulia selaku jawara dari Aceh menyampaikan pesan kepada mahasiswa khusunya mahasiswa dari management informatika bahwa informasi yang diterima dari luar belum tentu baik dan benar, jadi perlu adanya verifikasi terhadap informasi tersebut. Reza juga mempraktikkan beberapa langkah bagaimana caranya memverifikasi berita hoax yang beredar melalui aplikasi chatbot whatsapp. Reza juga menegaskan bahwa “Tugas Generasi Muda dalam memerangi Hoax ini bukan hanya tugas Negara saja, namun ini menjadi tugas kita Bersama”.

Workshop ini juga dihadiri oleh Bapak Halim, dimana beliau menjelaskan kepada peserta yang hadir bahwa orang yang menyebarkan Hoaks juga dapat terjerat hukum. Bapak Halim juga mengingatkan kepada adik-adik mahasiswa ketika mendapatkan sebuah informasi yang belum valid kebenarannya harus di Saring terlebih dahulu sebelum di Share (menyebarkan). Jangan menyebarkan informasi yang belum tentu ada manfaatnya kepada diri sendiri terlebih tidak ada manfaatnya kepada orang lain.

Mahasiswa-mahasiswa semakin terbuka terhadap bagaimana cara meverifikasi konten hoaks, dan mahasiswa tersebut juga semakin paham dalam menjaga data pribadi setelah Bapak Maulana menjelaskan betapa pentingnya menjaga data pribadi. Bapak Maulana menjelaskan bahwa apabila data pribadi bocor, dapat terjadi dampak buruk yang banyak, contohnya orang lain dengan mudah mendapatkan pinjaman online dengan menggunakan data pribadi milik orang lain, orang lain dapat dengan mudah menggunakan kartu kredit, dan masih banyak lagi efek yang muncul ketika data pribadi tidak dijaga.

Acara berlangsung selama 3,5 jam dari pukul 09.00 WIB sampai 12.30 WIB. Setelah mahasiswa dibanjiri dengan ilmu literasi digital yang begitu banyak, lalu mahasiswa tersebut diberikan beberapa pertanyaan untuk membuktikan sejauh mana mereka memahami Isu Hoaks dan Perlindungan Data Pribadi, tentunya siapa yang dapat menjawab pertanyaan dari pemateri tersebut diberikan 2 buah Voucher E-Wallet masing-masing senilai Rp.50.000. selanjutanya tersedia juga beberapa hadiah menarik seperti tas, dan masker ketika sesi diskusi berlangsung. Acara diakhiri dengan pembagian hadiah, sesi foto Bersama serta makan Bersama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *