Web Analytics Made Easy - Statcounter
Berbagi Cerita Waspada Hoaks dari SMP 154 Jakarta - jaWAra Internet Sehat

Retno Ayu Lestari, JaWAra Internet Sehat DKI Jakarta berbagi pengalamannya dalam melaksanakan project HERO (Hindari Hoaks dan Eksploitasi Seksual Anak di Ranah Online) di SMP 154 Jakarta yang dihadiri oleh ratusan peserta.

Pelajar usia SMP adalah mereka yang secara legal sudah diperbolehkan membuat akun sendiri di berbagai situs web. Umumnya ketentuan situs web maupun media sosial baru memperkenankan seseorang membuat akun ketika usianya minimal 13 tahun. Maka ketika seseorang yang belum berusia 13 tahun sudah memiliki akun media sosial, kemungkinannya adalah akun tersebut dikelola oleh orangtuanya, maupun orang itu melanggar aturan yang ditetapkan terkait usia minimal.

Masuknya para pelajar usia SMP ini ke dunia digital, tentu perlu dibekali pula akan edukasi terkait literasi digital. Perangkat digital yang mumpuni, akses internet yang stabil, serta terpenuhinya syarat usia minimal mereka, tidaklah cukup sebagai bekal. Mereka perlu tahu terlebih dahulu seperti apa dunia digital yang akan dihadapinya, bagaimana untuk bersikap bijak saat berhadapan dengan konten-konten digital, dan sejumlah aturan lainnya.

Retno Ayu Lestari sebagai salah satu JaWAra Internet Sehat dari DKI Jakarta memandang perlu adanya edukasi literasi digital kepada adik-adik usia sekolah menengah pertama ini. Lewat project HERO, ia bersama sejumlah temannya kemudian memberikan sosialisasi akan pentingnya literasi digital di sejumlah sekolah, salah satunya yaitu SMP 154 Jakarta.

Kegiatan yang dihadiri sebanyak 330 peserta tersebut berlangsung di lapangan SMP 154 Jakarta pada 31 Oktober 2022 lalu. Tidak hanya memaparkan edukasi mengenai literasi digital, seperti mewaspadai hoaks, Retno beserta pemateri lainnya pun mengedukasi adik-adik terkait bagaimana menghindari eksploitasi seksual anak di ranah online.

Hal menarik yang ditemukan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah ternyata siswa-siswi SMPN 154 Jakarta sudah sangat baik untuk memahami isu hoaks, termasuk seperti apa ciri-cirinya. Banyak siswa yang sudah tahu bagaimana menyikapi konten hoaks, untuk tidak mudah percaya dengan suatu pemberitaan. Namun mereka belum memahami bagaimana cara untuk melakukan pelaporan konten hoaks, dan lewat sosialisasi inilah mereka mempelajarinya. (and)